Untukmeningkatkan kinerja paru-paru, jantung, sistem peredaran darah, dan kekuatan otot. Latihan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya tahan, ialah jogging atau lari minimal selama 30 menit sehari. Kecepatan. Kecepatan dalam kebugaran jasmani dimaknai sebagai kemampuan agar seseorang bisa melakukan tugas dengan baik dan benar. Sistem peredaran darah manusia memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh. Tidak hanya mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, sistem ini juga berperan dalam proses metabolisme. Sistem peredaran darah manusia, atau yang disebut sistem kardiovaskular, terdiri dari berbagai organ yang memiliki fungsinya masing-masing. Fungsi utama sistem peredaran darah adalah mengedarkan oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Selain itu, sistem peredaran darah manusia berfungsi untuk mengalirkan sisa proses metabolisme berupa karbon dioksida untuk dikeluarkan melalui paru-paru dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Jadi, bisa dikatakan bahwa sistem peredaran darah manusia berperan penting dalam mempertahankan kinerja dan fungsi berbagai sistem organ di dalam tubuh. Kenali Berbagai Organ dalam Sistem Peredaran Darah Manusia Sistem peredaran darah manusia tersusun atas berbagai organ yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Berikut adalah organ-organ yang termasuk dalam sistem peredarah darah manusia 1. Jantung Jantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di bagian kiri rongga dada, tepatnya di bagian belakang sisi kiri tulang dada. Ukuran jantung orang dewasa kira-kira sebesar kepalan tangan. Di dalam jantung, terdapat empat ruangan yang terbagi menjadi dua bilik ventrikel dan dua serambi atrium. Serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih yang kaya oksigen, sedangkan bilik dan serambi kanan berisi darah kotor. Empat ruangan di dalam jantung juga dilengkapi empat katup yang berfungsi untuk mencegah terjadinya aliran balik darah saat dipompa. 2. Pembuluh darah Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi untuk mengedarkan darah dari jantung ke berbagai organ dan jaringan tubuh maupun sebaliknya. Ada dua jenis pembuluh darah di dalam tubuh, yaitu Arteri, yaitu pembuluh darah yang bertugas membawa darah kaya akan oksigen dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ tubuh, kecuali pembuluh arteri pulmonalis Vena, yaitu pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari seluruh tubuh atau dari paru-paru untuk kembali ke jantung 3. Darah Darah adalah komponen terpenting dalam sistem peredaran darah manusia. Darah berperan sebagai pembawa nutrisi, oksigen, hormon, dan antibodi ke seluruh tubuh. Tak hanya itu, darah juga mengangkut zat beracun dan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida, untuk dikeluarkan dari tubuh. Darah manusia terdiri atas beberapa bagian, yaitu Plasma darah merupakan cairan berwarna kekuningan yang mengandung berbagai zat penting, seperti antibodi, hormon dan protein. Sel darah merah eritrosit bertindak sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Sel darah putih leukosit merupakan komponen utama dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan benda asing yang berbahaya, seperti zat beracun dan kuman, lalu melawannya agar tubuh terlindungi dari berbagai penyakit. Keping darah trombosit dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang proses pembekuan darah saat terjadi luka atau cedera. Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia Sistem peredaran darah manusia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Sirkulasi sistemik Sirkulasi sistemik merupakan sirkulasi darah yang mengaliri seluruh tubuh. Sirkulasi ini berlangsung ketika darah bersih yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, setelah melepaskan karbon dioksida di paru-paru. Darah yang sudah berada di serambi kiri kemudian diteruskan ke bilik kiri jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama aorta. Setelah itu, darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling ujung di seluruh area tubuh. Darah lalu akan kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah. Sirkulasi pulmonal Sirkulasi pulmonal atau sirkulasi paru merupakan sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru dan sebaliknya. Sirkulasi ini berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena besar vena cava. Selanjutnya, darah tersebut akan masuk ke serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. Setelah itu, darah akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk ditukar dengan darah kaya oksigen. Darah yang kaya oksigen tersebut akan kembali ke serambi kiri jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sirkulasi koroner Sama seperti organ tubuh lain, jantung juga membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke otot-otot jantung akan dialirkan melalui pembuluh arteri koroner. Ketika pembuluh darah jantung tersumbat aterosklerosis, aliran darah di jantung akan mengalami gangguan. Hal ini bisa membuat otot-otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga fungsinya terganggu dan lama-kelamaan bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Aliran darah yang terganggu dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, sehingga menimbulkan berbagai penyakit serius. Gangguan pada sistem peredaran darah manusia ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelainan bawaan atau gangguan genetik, gaya hidup, hingga penyakit tertentu, seperti diabetes. Berikut ini adalah beberapa macam gangguan atau penyakit yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah Hipertensi atau tekanan darah tinggi Sumbatan pembuluh darah arteri aterosklerosis Penyakit jantung koroner Gagal jantung Aneurisma aorta Gangguan irama jantung atau aritmia Henti jantung Kelainan otot jantung atau lemah jantung kardiomiopati Stroke Penyakit arteri perifer Emboli dan trombosis vena dalam Penyakit jantung bawaan Gangguan pada sistem peredaran darah merupakan kondisi berbahaya yang tidak bisa dianggap remeh. Jika tidak segera diobati, kondisi tersebut bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti kerusakan organ dan bahkan kematian. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk selalu menjaga kesehatan sistem peredaran darah dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan menjalani pemeriksaan kesehatan ke dokter secara rutin.
Dalamilmu termodinamika, sistem dan lingkungan adalah salah satu hal yang harus dipahami. Sistem adalah tempat berlangsungnya reaksi termodinamika, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Baca juga: Temperatur Meningkat, Spesies Laut "Kabur" ke Wilayah Kutub. Misalkan kamu sedang memanaskan makanan dalam microwave.
Sistem peredaran darah memilki tugas utama mengalirkan darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Namun, gangguan pada sistem peredaran darah dapat terjadi ketika sirkulasi darah terhambat. Sistem peredaran darah manusia tersusun dari tiga komponen utama, yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah. Ketiga komponen ini memiliki perannya masing-masing dalam mengalirkan dalam ke seluruh tubuh. Sayangnya, sistem peredaran darah bisa terganggung. Jika aliran darah terganggu, organ tubuh akan mengalami kerusakan dan mengakibatkan terjadinya beberapa penyakit. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Berikut adalah beberapa gangguan pada sistem peredaran darah yang perlu Anda waspadai 1. Tekanan darah tinggi hipertensi Hipertensi tekanan darah tinggi adalah salah satu gangguan pada sistem peredaran darah yang paling umum terjadi. Kondisi ini seringkali tidak bergejala, tetapi jika muncul, gejalanya bisa berupa sakit kepala, mimisan, dan sesak napas. Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat merusak pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti sindrom metabolik, demensia, aneurisma, stroke, serangan jantung, gagal jantung, serta gagal ginjal. 2. Aterosklerosis Aterosklerosis adalah kondisi ketika pembuluh darah menyempit dan mengeras akibat penumpukan plak. Pada tahap awal, ateroklesosis tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala baru muncul saat pembuluh darah sudah tertutup oleh plak, sehingga tidak dapat mengalirkan darah ke organ atau jaringan tubuh. Biasanya, gejala aterosklerosis yang muncul berbeda-beda, tergantung pada pembuluh darah mana yang mengalami penyempitan. 3. Serangan jantung Serangan jantung adalah gangguan sistem peredaran darah yang serius dan tergolong sebagai kegawatdaruratan medis. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat aliran darah menuju jantung menjadi terganggung, seperti penyakit jantung koroner dan ateroklerosis. Beberapa gejala serangan jantung adalah nyeri dada, sesak napas, pusing, lemas, serta timbulnya perasaan cemas yang luar biasa. 4. Trombosis vena dalam deep vein thrombosis atau DVT Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis adalah kondisi ketika pembuluh darah vena tersumbat oleh bekuan darah. Kondisi ini paling sering terjadi pada area tungkai. DVT tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan karena bisa menyebabkan komplikasi serius berupa emboli paru. 5. Iskemia Iskemia adalah istilah medis yang digunakan jika jaringan tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup, misalnya pada otot jantung. Iskemia pada jantung biasanya disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan satu atau lebih arteri koroner. 6. Stroke Gangguan pada sistem peredaran darah lainnya adalah stroke. Kondisi ini terjadi saat suplai darah menuju otak terhenti atau terganggung. Salah satu penyebab stroke adalah adanya sumbatan di pembuluh darah yang mengarah ke otak. Stroke yang disebabkan oleh adanya sumbatan ini dikenal dengan sebutan stroke iskemik. Gangguan pada sistem peredaran darah tidak dapat dianggap sepele dan perlu ditangani segera. Untuk mencegah terjadinya gangguan pada sistem peredaran darah, Anda dianjurkan menjalani pola hidup sehat, seperti Rutin berolahraga Mengonsumsi makanan bergizi seimbang Membatasi asupan garam Tidak merokok Tidak mengonsumsi minuman beralkohol Selain itu, Anda juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan atau check-up secara berkala ke dokter untuk memastikan tidak adanya gangguan pada sistem peredaran darah atau penyakit lain di dalam tubuh Anda. Teknologisistem peredaran darah yang keenam namanya radioactive scanning atau pemindaian dengan bahan radioaktif. Teknologi yang satu ini bisa mendeteksi adanya penyakit jantung dengan cara menyuntikkan bahan radioaktif ke dalam tubuh pasien. Eh, tenang saja, bahan radioaktif yang digunakan tidak berbahaya, kok.
Setiap makhluk hidup kecuali tumbuhan memiliki sebuah cairan yang sangat dibutuhkan dalam kelangsungan hidupnya. Cairan tersebut adalah darah, yang berfungsi untuk menyalurkan nutrisi, oksigen dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk melakukan tugasnya itu, darah dibantu oleh pembuluh darah dan jantung, yang saling bekerja sama untuk membentuk sistem peredaran darah. Lantas, apa yang terjadi jika organ-organ mengalami masalah atau gangguan? Tentunya tidak akan menjadi hal yang sepele. Karena gangguan pada salah satu organ akan berpengaruh pada proses peredaran darah. Setidaknya ada beberapa penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah, baik yang terjadi karena faktor genetik internal ataupun faktor eksternal. Adapun penyakit itu meliputi anemia, leukimia, talasemia, hipertensi, hemofilia, hingga sklerosis. Untuk mengatasi gangguan pada sistem peredaran darah, para ahli telah mengembangkan beberapa teknologi, diantaranya operasi bypass, terapi gen, angiplasti dan transplantasi jantung. Apa bedanya? Operasi bypass Ini merupakan teknik pembedahan untuk mengatasi penyumbatan pada arteri koroner. Tekni ini menggunakan pembuluh darah lain untuk ditempelkan ke jantung. Pembuluh ini disambungkan ke aorta dan ujung lainnya ke pembuluh arteri melewati bagian yang tersumbat. Terapi gen Teknologi yang satu ini dilakukan dengan menumbuhkan pembuluh darah baru dengan menyuntikkan beberapa salinan gen langsung ke jantung. Gen tersebut menyandikan VEGF Vascular Endothelial Growth Factor, yang akan mendorong tumbuhnya pembuluh-pembuluh darah baru. Baca juga Penyakit yang Menyerang Sistem Peredaran Darah Manusia Angioplasti Ini merupakan teknik untuk membuka sumbatan plak timbunan lemak pada pembuluh darah dengan memasukkan kateter. Selanjutnya ke dalam kateter dimasukkan kawat kecil lentur menuju lokasi penyumnatan. Pada kawat tersebut sebelumnya dimasukkan balon yang masih kempis. Pada saat kawat mencaai lokasi penyumbatan, balon dikembungkan sehingga memaksa pembuluh darah terbuka sehingga darah kembali mengalir. Transplantasi Jantung Teknologi berikutnya untuk mengatasi gangguan pada sistem peredaran darah adalah transplantasi jantung. Ini merupakan suatu tindakan untuk mengganti jantung yang sakit dengan jantung yang sehat melalui operasi. Meski terdengar kompleks, transplantasi jantung perlu dilakukan demi keselamatan dan peningkatan kualitas hidup seseorang. Secara garis besar, proses ini meliputi tahapan mencari donor yang tepat, pengangkatan jantung pasien penerima donor, dan pemasangan jantung dari donor. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsAngioplastiBiologiBypassGangguan Sistem Peredaran Darah TeknologiKelas 11sistem peredaran darahTerapi GenTransplantasi Jantung
DiabetesInsipidus. Diabetes insipidus adalah gangguan yang menyerang salah satu organ terpenting dalam sistem ekskresi, yaitu ginjal. Penderita diabetes insipidus mengeluarkan urine terlalu banyak karena kekurangan hormon ADH ( Anti Diuretic Hormone ). ADH adalah sejenis hormon yang mengatur proses reabsorpsi cairan pada ginjal. PembahasanTransplantasi Jantung merupakan teknik penggantian jantung yang rusak dengan menggunakan jantung yang berasal dari jantung merupakan langkah penanganan terakhir untuk penyakit jantung. Tindakan ini dilakukan bila pemberian obat-obatan dan metode pengobatan lain tidak efektif untuk mengatasi masalah jantung Jantung merupakan teknik penggantian jantung yang rusak dengan menggunakan jantung yang berasal dari donor. Transplantasi jantung merupakan langkah penanganan terakhir untuk penyakit jantung. Tindakan ini dilakukan bila pemberian obat-obatan dan metode pengobatan lain tidak efektif untuk mengatasi masalah jantung yang dialami.
PertanyaanJelaskan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah berikut. (c). transplantasi jantung NP N. Puspita Master Teacher Jawaban terverifikasi Pembahasan Transplantasi Jantung merupakan teknik penggantian jantung yang rusak dengan menggunakan jantung yang berasal dari donor.
Darah yang mengalir dalam tubuh diatur oleh sebuah sistem bernama sistem kardiovaskular atau lebih akrab dikenal sebagai sistem peredaran darah. Penasaran seperti apa cara kerja sistem ini pada tubuh manusia? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. Komponen utama sistem peredaran darah manusia Darah memiliki peran untuk mengalirkan oksigen, zat gizi, hormon, dan berbagai komponen penting lainnya untuk menjaga kelangsungan tubuh Anda. Sistem peredaran darah atau kardiovaskular terdiri atas tiga komponen penting, yakni jantung, pembuluh darah, dan darah yang saling berkaitan satu sama lain. 1. Jantung Jantung menjadi organ paling vital dalam sistem peredaran darah manusia. Organ ini berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh dan menerima aliran darah kembali. Letak jantung berada di antara paru-paru, tepatnya di tengah dada dan bagian belakang kiri tulang dada. Ukuran jantung berkisar 200–425 gram atau kira-kira sedikit lebih besar dari kepalan tangan Anda. Jantung terdiri atas empat ruang, yakni serambi atrium kiri dan kanan, serta bilik ventrikel kiri dan kanan. Ada pula empat katup jantung yang memisahkan keempat ruang tersebut. Katup jantung berfungsi menjaga aliran darah mengalir ke arah yang benar. Bagian ini terdiri atas katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki bagian penutup flaps yang disebut leaflet atau cusp. Bagian ini akan membuka dan menutup sekali setiap jantung berdetak. 2. Pembuluh darah Pembuluh darah merupakan saluran elastis yang berfungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain atau sebaliknya pada sistem peredaran darah manusia. Ada tiga pembuluh darah utama yang terdapat pada jantung, yakni arteri, vena, dan kapiler. Arteri Pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Arteri punya dinding yang cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap konsisten. Vena Pembuluh darah yang membawa darah miskin oksigen atau penuh karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Vena punya dinding pembuluh yang lebih tipis dibandingkan arteri. Kapiler Pembuluh darah yang bertugas menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Kapiler punya dinding yang sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan zat gizi. 3. Darah Komponen utama dari sistem sirkulasi darah manusia selanjutnya ialah darah. Rata-rata, tubuh manusia menampung sekitar 4–5 liter darah. Darah berfungsi mengangkut zat gizi, oksigen, hormon, dan zat lainnya dari dan ke seluruh tubuh. Tanpa darah, oksigen dan zat gizi akan sulit mencapai seluruh bagian tubuh. Selain itu, komponen darah lainnya juga memiliki peranan penting dalam melawan penyakit serta membantu proses penyembuhan luka. Dikutip dari American Red Cross, darah terdiri atas berbagai komponen sebagai berikut. Plasma darah. Cairan yang bertugas mengangkut sel-sel darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh bersama dengan zat gizi, antibodi, protein pembekuan darah, dan bahan kimia, seperti hormon. Sel darah merah eritrosit. Komponen darah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sel darah putih leukosit. Komponen darah yang bertanggung jawab melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit. Keping darah trombosit. Komponen darah yang memiliki peran penting pada proses pembekuan darah koagulasi saat tubuh terluka. Mekanisme sistem peredaran darah manusia Secara umum, sistem peredaran darah manusia terbagi atas dua macam, yaitu sistem peredaran darah besar sistemik dan sistem peredaran darah kecil pulmonal. 1. Peredaran darah sistemik Peredaran darah sistemik berfungsi membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh dan kembali lagi. Karena itulah, ia juga disebut peredaran darah besar. Sirkulasi dimulai ketika darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung menuju seluruh tubuh sampai akhirnya kembali lagi ke serambi kanan jantung. Secara sederhana, peredaran darah besar sistemik bisa digambarkan sebagai aliran darah dari jantung-seluruh tubuh-jantung. 2. Peredaran darah pulmonal Peredaran darah pulmonal lebih sering disebut dengan peredaran darah kecil. Hal ini karena sirkulasinya pendek, yakni dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi. Sirkulasi dimulai saat darah yang mengandung karbon dioksida CO2 dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru. Kemudian, terjadi proses pertukaran gas yang mengubah karbon dioksida jadi oksigen O2 di dalam darah. Darah kaya oksigen ini akan keluar dan kembali ke serambi kiri sederhana, sistem peredaran darah kecil pulmonal merupakan peredaran darah dari jantung-paru-paru-jantung. Gangguan sistem peredaran darah manusia Sistem sirkulasi darah sangat vital bagi kehidupan manusia. Adanya gangguan dalam sistem peredaran darah bisa berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh. Beberapa kondisi dan penyakit paling umum yang dapat mengganggu sistem peredaran darah pada manusia seperti berikut ini. Hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Stroke. Gangguan aliran darah menuju otak sehingga jaringan otak bisa mengalami kematian akibat kekurangan oksigen dan zat gizi. Aneurisma aorta. Penggelembungan pada dinding aorta atau pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah dari jantung ke bagian tubuh lain. Aterosklerosis. Penyempitan atau pengerasan pembuluh darah akibat tumpukan lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya pada dinding pembuluh darah arteri. Aritmia. Kelainan jantung saat ritme detak jantung tidak normal, baik terlalu cepat, terlalu pelan, maupun tidak teratur. Penyakit jantung koroner. Penyumbatan pada salah satu atau lebih pembuluh darah arteri menuju jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak. Gagal jantung. Ketidakmampuan otot jantung untuk memompa aliran darah dengan baik. Serangan jantung. Masalah kesehatan saat aliran darah kaya oksigen menuju otot jantung tiba-tiba terhambat. Hal ini bisa memic nyeri dada dan napas yang pendek. Kardiomiopati. Kondisi lemah jantung yang ditandai dengan otot jantung yang menjadi lebih besar, tebal, maupun kaku. Varises. Pembuluh darah vena yang membengkak, membesar, dan berkelok-kelok di bawah permukaan kulit, terutama pada bagian kaki. Gangguan pada sistem peredaran darah tidak bisa Anda sepelekan. Dalam kondisi yang parah, komplikasi bisa menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian. Penting bagi Anda untuk menjaga kelancaran aliran darah dalam tubuh, misalnya dengan menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan berhenti merokok. Selain gaya hidup sehat, menjalani pemeriksaan rutin juga membantu Anda mengetahui ada-tidaknya risiko masalah kesehatan pada sistem kardiovaskular. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang akurat. 36.6 Mengidentifikasi kelainan dan gangguan pada sistem peredaran 3.6.7 Menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan kesehatan jantung 4.6 Menyajikan karya tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi Jawabandapat dikatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru agar aliran darah ke jantungnya dikatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru agar aliran darah ke jantungnya lancar. PembahasanOperasi bypass merupakan teknik revaskularisasi membuat saluran baru melewati arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Saluran yang dibuat tersebut dapat berasal dari arteri atau vena yang sehat dari tubuh bagian lain, yang dicangkokkan atau dihubungkan dari aorta menuju ke jantung untuk menggantikan jalur arteri yang tersumbat. Sehingga dapat dikatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru agar aliran darah ke jantungnya bypass merupakan teknik revaskularisasi membuat saluran baru melewati arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Saluran yang dibuat tersebut dapat berasal dari arteri atau vena yang sehat dari tubuh bagian lain, yang dicangkokkan atau dihubungkan dari aorta menuju ke jantung untuk menggantikan jalur arteri yang tersumbat. Sehingga dapat dikatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru agar aliran darah ke jantungnya lancar. 35 Sistem Peredaran Darah dalam Haiwan dan Sistem Pengangkutan dalam Tumbuhan Membandingkan sistem peredaran darah dalam haiwan dengan sistem pengangkutan dalam tumbuhan 115 Praktis Sumatif 3 I Jawab soalan yang berikut: 1. Selesaikan teka silang kata di bawah dengan jawapan yang betul. (f ) (c) (e) (d) (b) PI O T T (a) Melintang . nadi. - Di era yang semakin modern ini membuat banyak teknologi yang mampu membantu manusia. Apakah kamu tahu jenis-jenis teknologi sistem peredaran darah manusia? Nah, salah satu penemuan yang dilakukan manusia adalah penemuan di bidang medis. Penemuan di bidang medis akan membantu menyembuhkan suatu penyakit yang dialami manusia, bahkan membantu dalam tindakan medis. Namun sebelum membahas tentang teknologi tersebut, yuk kenali dulu apa itu sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia adalah suatu kegiatan dari organ-organ tubuh manusia yang berfungsi untuk memperlancar zat-zat yang ada di dalam sel tubuh. Yang kemudian disalurkan pada beberapa organ tubuh, seperti protein pada bagian lambung. Sistem peredaran darah juga berfungsi untuk menstabilkan suhu tubuh dan menjaga tubuh agar tidak mudah tekena penyakit. “Sistem peredaran darah manusia adalah suatu kegiatan dari organ-organ tubuh manusia yang berfungsi untuk memperlancar zat-zat yang ada di dalam sel tubuh.” S6e8J2.
  • hor0xg3jje.pages.dev/318
  • hor0xg3jje.pages.dev/276
  • hor0xg3jje.pages.dev/92
  • hor0xg3jje.pages.dev/169
  • hor0xg3jje.pages.dev/328
  • hor0xg3jje.pages.dev/324
  • hor0xg3jje.pages.dev/254
  • hor0xg3jje.pages.dev/147
  • hor0xg3jje.pages.dev/207
  • jelaskan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah berikut